DENGAN TELUR MEMBERDAYAKAN DAN MENCERDASKAN GENERASI MUSLIM LM3 AL MUNIROH

LM3 yang beralamat di Jalan Pendidikan No.1 Pangkah Wetan-Ujung Pangkah-Gresik- Jawa Timur dengan jarak 30 Km dari ibukota kabupaten ini mempunyai Program Mulia yaitu “Mencerdaskan anak Bangsa melalui Jum’at Bergizi Santri”.  Setiap dua minggu sekali, di minggu kedua, menyediakan telur gratis bagi santri Pondok Pesantren Al Muniroh yang jumlahnya 105 orang.  Program ini diimplementasikan dalam rangka turut mencerdaskan anak bangsa.  Dengan telur, kualitas generasi muslim terus meningkat.

Sebelum LM3 Al Muniroh didirikan pada tahun 2011, Pondok Pesantren Al Muniroh sudah menjalankan usaha peternakan kecil-kecilan, yaitu dengan memanfaatkan lahan yang tersedia seluas 1,55 Ha melalui beternak ayak buras (50 ekor), kambing (15 ekor), ayam Arab (100 ekor), ikan patin (1000 benih) dan ikan lele (1000 benih).  Tujuannya adalah selain untuk memberikan pembelajaran ekonomi di bidang peternakan kepada santri sebagai bekal hidup sehingga “zikir, pikir dan amal sholeh” terus menerus diamalkan juga memberi motivasi kepada masyarakat sekitar untuk mengkonsumsi hasil ternak dalam rangka memenuhi kebutuhan protein keluarga.

 

Dengan rekomendasi dari Dinas Kelautan, Perikanan,  dan Peternakan Kabupaten Gresik, dalam hal ini Bidang Peternakan, LM3 Al Muniroh mengajukan proposal bantuan dana untuk usaha peternakan ayam petelur yang dikelola santri Pondok Pesantren Al Muniroh ke Direktorat Jenderal Peternakan – Kementerian pertanian.   

 

Pertimbangan ayam petelur dipilih sebagai usaha khusus LM3 ini adalah karena ayam petelur merupakan “usaha hari ini” dalam artian setiap hari bisa memberikan hasil atau panen dan jangkauan masyarakat yang memanfaatkan hasilnya lebih banyak dari ternak lainnya. 

 

Dalam perkembangan usaha ayam petelurnya, LM3 Al Muniroh memulainya dengan 850 ekor ayam siap bertelur pada tahap pertama, yaitu pada Oktober minggu ke III-IV tahun 2011.  Pada Januari minggu ke IV tahun 2012, ayam petelur tahap pertama ini mulai bertelur sebesar 10%, kemudian meningkat menjadi 30% pada Februari minggu I tahun 2012.  Selanjutnya meningkat menjadi 50% di minggu III Februari 2012, dan menjadi 75% setelah minggu III Februari sampai dengan minggu II Maret 2012.  Pada April minggu II tahun 2012, pembelian ayam siap bertelur dilakukan sebanyak 325 ekor sementara produktivitas ayam petelur pada pembelian tahap pertama naik turun di kisaran 50% sampai dengan 75% dari bulan Maret sampai dengan Desember minggu ke II tahun 2012.  Pada bulan September minggu II tahun 2012, LM3 Al Muniroh melakukan pembelian ayam siap bertelur tahap III sebanyak 275 ekor.

Dalam rangka menghemat biaya pakan untuk ayam petelurnya, LM3 Al Muniroh melakukan uji coba pembuatan ransum sendiri pada minggu II Oktober 2012 dan memberikannya kepada ayam petelur kelompok pertama.  Ternyata, pakan hasil uji coba yang diberikan kepada ayam-ayam ini tidak berhasil, dimana mulai minggu III Oktober 2012 sampai dengan Januari minggu III tahun 2013 ayam-ayam tersebut tidak ada yang bertelur.  Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, sebagian besar ayam petelur kelompok pertama yang tidak bertelur ini diafkir, sebagian besar dijual dalam bentuk pedaging pada Januari minggu IV tahun 2013 dan sebagian lagi dipotong untuk memenuhi kebutuhan makan santri.  Dengan memaksimalkan kelompok ayam yang ada yaitu ayam-ayam dari hasil pembelian tahap II dan III serta sisa-sisa ayam kelompok I yang masih dapat diselamatkan, usaha ayam petelur LM3 Al Muniroh yang berjumlah 700 ekor terus berlangsung dari Februari minggu I tahun 2013 sampai sekarang (September 2013).

Dengan adanya pendampingan dari Mantri Ternak wilayah Unjung Pangkah dan Sidayu (Bapak Sucipto) serta Penyuluh Pertanian Desa Ujung Pangkah Wetan (Bapak Sugeng Mulyadi), LM3 Al Muniroh sudah dapat membuat ransum sendiri setiap 10 hari sekali.  Bahan pakan berupa jagung dan dedak dibeli dari petani setempat, sedangkan konsentrat dan mineral dibeli sudah dalam bentuk jadi untuk campuran jagung dan dedak tersebut.  Produksi yang dihasilkan perhari dari 700 ekor petelur adalah 600 butir atau 85,71%

 

Usaha ayam petelur yang dikelola oleh LM3 Al Muniroh ini sangat bermanfaat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, mengingat masyarakat yang merasakan manfaatnya sudah tak terhitung jumlahnya.  Hal ini ditunjukkan dengan permintaan telur ke LM3 Al Muniroh yang cukup tinggi.  Untuk kebutuhan telur Ujung Pangkah sendiri, LM3 ini belum bisa memenuhi karena sebagian besar produksi sudah mengalir ke 25 kios pedagang.  Kemitraan LM3 Al Muniroh dengan pedagang ini tidak diikat dengan MoU, melainkan atas dasar saling percaya.

 

Selain memproduksi telur ayam, usaha ekonomi LM3 Al Muniroh adalah menjual kotoran ternak ayam untuk petani tambak yang perlu pupuk (3 orang petani) yang diambil setiap 15 hari sekali sebanyak 15 sak @ 60 Kg.

 

Dalam usaha ayam petelur ini, Alumni dan Santri Senior Pondok Pesantren Al Muniroh serta masyarakat sekitar dilibatkan dalam mengelola ternak ayamnya.  Setiap harinya ada 5 orang yang kegiatannya antara lain memberi makan pada waktu pagi dan siang hari, mengambil telur dan membersihkan kandang pada sore hari serta mencampur pakan setiap sepuluh hari sekali.   Atas jasa mereka, masing-masing menerima bayaran sebesar Rp. 600.000,- per bulan dari usaha ayam petelur ini.

 

Dalam upaya memberdayakan santri dan masyarakat sekitar, LM3 Al Muniroh memotivasi mereka untuk beternak ayam petelur.  Dari pertengahan tahun 2012 sampai saat ini (September 2013) sudah ada peternak ayam petelur yang berusaha sendiri dimana sebelumnya belajar usaha dari LM3 ini.

 

Keberhasilan LM3 Al Muniroh tidak lepas dari pendampingan Mantri Ternak (Bapak Sucipto) dan Penyuluh Pertanian (Bapak Sugeng Mulyadi) dengan mengingatkan pengelolanya untuk selalu memperhatikan kebersihan, dan vaksinasi ayam petelur.   Dalam rangka mengurangi biaya produksi melalui proses perhitungan yang lebih baik, LM3 ini ke depan berencana membeli Day Old Chicks (DOC) sebagai bibit ayam petelur yang akan diusakan.  Jadi tidak lagi membeli Pullet (ayam dara siap bertelur) karena biaya dengan membesarkan DOC lebih rendah dibandingkan dengan harga pullet.  LM3 ini juga berencana membuat kompos dari kotoran ayam dengan dibantu petugas dari Dinas dan Penyuluh Pertanian. 

About dmulyadi

Nama saya dedi mulyadi dilahirkan di ciamis 29 Agustus 1962. Bekerja di Kementerian Pertanian Jakarta. Tinggal di Ciawi Bogor
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s